Minggu, 27 Oktober 2013

Komponen Desain yang Mempengaruhi Bisnis Start-Up

Desain dianggap sebagai salah satu faktor yang mampu mempengaruhi bisnis dari setiap sektor yang ada. Setiap bisnis membutuhkan strategi pemasaran dan setiap strategi tersebut  dari memerlukan desain yang mampu menunjang kinerja pemasaran dari perusahaan. Hal ini dikarenakan segala lini bisnis yang ada saat ini menghadapi persaingan yang ketat di tengah pasar yang semakin cerdas. Desain yang dapat menunjuang kinerja perusahaan harus memenuhi prinsip desain yang mendasar.

Unity
Unity atau kesatuan merupakan komponen desain yang mampu mengubah citra sebuah brand. Kesatuan ini akan tercipta jika elemen-elemen pada desain saling terkait dan menciptakan keserasian. Keserasian ini bisa secara visual maupun konseptual dan bisa juga keduanya. Prinsip-prinsip dasar desain seperti halnya contrast, repetition, alignment dan proximity bisa diterapkan untuk mendapatkan keserasian atau kesatuan desain. Unity atau kesatuan merupakan komponen desain yang perlu diperhatikan. Dengan adanya kesatuan dan keseimbangan pada desain maka desain anda dipastikan bisa menaikkan citra brand yang akhirnya akan berpengaruh pada kesuksesan sebuah bisnis. Kuncinya adalah dengan menemukan keseimbangan antara kesatuan dan variasi sehingga secara visual desain bisa menarik.

Gestalt
Gestalt berasal dari bahasa jerman yang berarti bentuk dan disini gestalt dimaksudkan pada kemampuan pikiran manusia untuk melihat bentuk menjadi satu kesatuan utuh. Saat pertama kali melihat sebuah desain kita akan melihat bentuk secara keseluruhan. Saat orang berkata bahwa desain tersebut bagus maka ini berarti dikarenakan gestalt pada desain telah berhasil. Ini merupakan komponen desain yang berpengaruh pada desain secara keseluruhan. Dengan melakukan kontrol pada masing-masing elemen desain dan bagaimana masing-masing dari elemen tersebut berpengaruh maka hal inilah yang mempengaruhi persepsi kumulatif dari orang yang melihat. Sebuah perubahan kecil dalam sebuah elemen akan berpengaruh pada bagaimana elemen lainnya diartikan oleh orang yang melihat. Persepsi kumulatif ini adalah gelstat. Komponen desain yang satu ini tak boleh diabaikan dalam setiap proses desain

Space
Whitespace atau negative space adalah space diantara elemen-elemen desain.  Hal ini sangat penting bahkan lebih penting dari space yang terisi. Namun sayangnya bagian ini seringkali merupakan komponen desain yang diabaikan dalam desain visual. Tanpa adanya whitespace maka desain anda akan menjadi tak beraturan dan crowded. Jika ini diabaikan maka tidak ada flow antara satu elemen ke elemen lainnya. Seperti halnya musik yang membutuhkan waktu antara satu notasi ke notasi lainnya untuk membangun melodi dan nada maka begitu pula dengan desain visual yang membutuhkan space untuk menghubungkan antar elemen desain. Komponen desain yang satu ini berperan sebagai perekat antar elemen.

Dominasi
Dominasi merupakan komponen desain penting untuk menarik minat viewer. Dengan menciptakan satu elemen untuk mendominasi elemen lainnya pada sebuah desain maka ini akan menciptakan focal point atau pusat perhatian untuk desain anda. Dominasi akan memberikan orang jalan untuk desain anda. Dominasi akan menarik perhatian orang akan desain anda dan menikmatinya lebih lama. Ini penting untuk menciptakan desain yang mampu mengangkat nama sebuah brand yang akhirnya akan berpengaruh pada bisnis anda.

Balance
Balance merupakan komponen desain yang membuat sebuah desain terlihat bagus tanpa harus berlebihan. Tanpa adanya balance maka desain anda akan terlihat too much walaupun sebetulnya bagus. Hal-hal seperti size, color, space dan density mampu menciptakan keseimbangan antara elemen desain yang satu dengan lainnya. Ada empat tipe balance pada desain yaitu simetris, asimetris, radial  dan mosaic. Desain yang memiliki keseimbangan akan lebih menarik perhatian orang ketimbang yang tidak.

Warna
Ini merupakan  komponen desain terpenting. Penggunaan warna yang menarik dan eye catching pada sebuah desain akan membantu orang untuk melihat pesan yang ingin anda sampaikan lewat desain tersebut secara keseluruhan. Warna memberikan petunjuk dan mengaitkan antara elemen desain yang satu dengan yang lain. Skema warna akan mempengaruhi desain anda dan menciptakan sebuah desain yang mampu menarik perhatian orang. Sebelum merancang sebuah desain sebaiknya anda merencanakan terlebih dahulu warna apa yang ingin anda aplikasikan karena jika tidak maka warna pada desain anda akan terkesan sebagai pemanis saja dan bukan menjadi inti dari desain tersebut.

Enam komponen desain tersebut pada dasarnya akan membuat sebuah desain berhasil mencapai tujuannya yaitu menarik minat orang untuk melihat pesan yang ada dalam desain tersebut. Jika pesan tersebut sampai dan mampu diingat orang maka sebuah desain berhasil mencapai misinya dan mempengaruhi sebuah bisnis.



 http://achmadyanu.com/?p=44#comment-296

Beberapa Pihak yang Dapat Menjadi Mitra Strategis Desainer Grafis

Persaingan pasar yang terjadi dewasa ini menuntut setiap orang khususnya desainer grafis untuk semakin sigap dalam mengantisipasi setiap hal yang terjadi. Salah satu hal yang menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan seseorang saat ini adalah networking, yaitu aktifitas yang dijalankan guna membangun dan memelihara dengan berbagai pihak yang dapat mendukung perkembangan karir. Berikut ini terdapat beberapa pihak yang bisa menjadi mitra strategis seorang desainer grafis.

Akuntan
Setiap desainer grafis hendaknya sudah menyadari bahwa pilihan karir sebagai seorang desainer grafis tidak dapat menjanjikan kestabikan finansial, khususnya bagi desainer grafis yang bekerja paruh waktu atau bahkan memiliki studio pribadi. Ketidakstabilan ini dapat mempengaruhi arus uang yang ada dalam diri seorang desainer, sehingga memiliki hubungan dengan seorang akuntan professional akan sangat membantu mengelola uang yang ada.

Pengacara
Memiliki rekan seorang pengacara menjadi sangat penting walaupun terdengar aneh bagi seorang desainer grafis. Pengacara dapat membantu desainer dalam masalah hokum yang pelik, baik untuk menegosiasikan kontrak ataupun menyelesaikan perselisihan dengan klien. Jadi, mulai saat ini menjalin hubungan baik dengan pengacara dirasa menjadi sesuatu yang berguna. Desainer juga perlu memahami ranah hukum yang dikuasai oleh pengacara tersebut, mengingat masing-masing pengacara juga memiliki spesialis tersendiri dan hanya mampu memberikan bantuannya sesuai dengan spesialisasinya tersebut.

Fotografer
Banyak orang beranggapan bahwa fotografi menjadi bagian terintegrasi dari desain; memang betul demikian, akan tetapi tidak selamanya seorang desainer menguasai fotografi dan sebaliknya fotografer juga tidak selalu menguasai ketrampilan desain. Fotografi merupakan ketrampilan yang berbeda dan terkadang tidak semua desainer memiliki kualitas seorang fotografer. Jadi, sebagai seorang desainer sangat diperlukan untuk memiliki hubungan erat dengan fotografer profesional mengingat banyak sekali proyek yang bisa dikerjakan bersama. Karya desain grafis biasanya tidak terlepas dari kualitas visual yang ada di dalamnya dan hal tersebut dapat dibantu oleh seorang fotografer, tidak lain adalah demi kesempurnaan sebuah karya.

Web Designer
Orang juga beranggapan bahwa desainer grafis sudah pasti bisa menjadi desainer web. Padahal sudah pasti tidak demikian karena dalam pengerjaan web diperlukan keahlian coding yang mumpuni. Namun tidak sedikit juga desainer grafis yang juga memiliki keahlian web design, bisa merasa sedikit lega. Bila tidak, maka disarankan untuk mulai mencari rekanan web designer dengan visi yang sama. Web designer dapat membantu desainer grafis dalam mengatur situs portfolio, merancang kode-kode web untuk klien dan membantu memastikan website yang didesain menduduki peringkat teratas di mesin pencari.

Better Designer
Seorang desainer yang baik adalah seseorang yang tidak memiliki rasa sombong dalam dirinya. Desainer tersebut selalu merasa kurang dari apapun yang sudah dihasilkannya, sehingga selalu memiliki upaya untuk menjalin hubungan dengan desainer-desainer yang lebih baik. Hal itu dapat bermanfaat untuk memunculkan kritik yang membangun dari desainer lain yang sangat penting untuk mengembalikan fokus desain dan membuat hasil karya desain menjadi lebih baik.

Stakeholder
Stakeholder  adalah berbagai pihak yang sebenarnya tidak terkait dengan keilmuan desain grafis. Namun, biasanya pihak luar itulah yang menjadi sumber rejeki bagi seorang desainer karena justru pihak-pihak itulah yang paling membutuhkan jasa seorang desainer. Hal itulah yang menjadi poin penting menjalin networking yang baik dengan para pemain dari industry lainnya. Seorang desainer grafis hendaknya tidak segan membagikan kartu nama dan menjalin hubungan yang lebih dekat dengan para professional yang menggeluti sektor industry yang sepertinya sangat tidak terkait dengan desain.

Kesimpulannya dari tulisan ini adalah seorang desainer grafis sangat perlu untuk menjalin hubungan yang sangat baik dengan pihak-pihak lain baik yang berkaitan dengan lingkup desain grafis ataupun pihak yang sama sekali tidak berkaitan sama sekali.


 http://achmadyanu.com/?p=42#comment-295

Kerjasama dan Koordinasi

Koordinasi adalah salah satu fungsi penting dalam aktifitas manajemen karena koordinasi merupakan penyelaras semua aktifitas dan usaha, maka dapat disimpulkan bahwa setiap fungsi manajemen yang lain juga membutuhkan suatu pengkoordinasian. Koordinasi adalah proses penyatuan tujuan-tujuan perusahaan dan kegiatan pada tingkat satuan yang terpisah dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Koordinasi dibutuhkan sekali oleh para karyawannya, sebab tanpa ini setiap karyawan tidak mempunyai pegangan mana yang harus diikuti, yang akhirnya akan merugikan organisasi itu sendiri. Untuk melihat kemampuan seorang manajer dalam memimpin dan melakukan koordinasi dilihat dari besar kecilnya jumlah bawahan yang ada dalam tanggung jawabnya, yang dikenal sebagai rentang manajemen. Dengan organisasi diharapkan keharmonisan dan keselarasan seluruh kegiatan dapat mencapai tujuan yang diharapkan, sehingga beban tiap bagian menjadi serasi, selaras dan seimbang.
Kebutuhan koordinasi tergantung pada sifat dan kebutuhan komunikasi dalam pelaksanaan tugas dan derajat ketergantungan tiap satuan pelaksanaan. Koordinasi sangat dibutuhkan pada saat pekerjaan yang insidentil dan tidak rutin serta pekerjaan yang tidak direncanakan terlebih dahulu. Terdapat tiga tipe saling ketergantungan di antara satuan-satuan organisasi, yaitu sebagai berikut:
  • Ketergantungan yang menyatu (pooled interdependence): Dimana tiap kegiatan departemen dan fungsional tergantung pada pelaksanaan kerja tiap satuan.
  • Ketergantungan yang berurutan (sequential interdependence): Dimana pekerjaan dari tiap departemen atau fungsional tergantung dari penyelesaian pekerjaan departemen lain sebelum satuan lain dapat bekerja.
  • Ketergantungan timbale balik (reciprocal interdependence): Merupakan hubungan member dan menerima antar satuan organisasi.

http://achmadyanu.com/?p=253#comment-291

Perubahan Sama Pentingnya dengan Penerapan Perubahan itu Sendiri


Tidak peduli betapa pentingnya perubahan dalam salah satu kebijakan sebuah perusahaan, bagaimana menerapkan proses baru sangat penting agar dapat diterima oleh karyawan. Sangat penting agar karyawan tidak merasa sesuatu yang sedang dilakukan kepada mereka bahwa mereka sama sekali tidak memiliki pilihan tentang menjalani sebuah perubahan. Bagaimana membuat pengumuman dan jadwal perubahan memiliki banyak hubungannya dengan bagaimana hal itu akan diterima dan dijalankan oleh karyawan. Perlu diketahui juga, bahwa orang-orang cenderung tidak nyaman dengan perubahan, bahkan ketika itu mungkin untuk keuntungan mereka sendiri. Perusahaan mungkin ingin menerapkan kebijakan baru dengan cara yang akan membuat perubahan semudah mungkin.
Membuat perubahan yang tidak diinginkan dapat mengakibatkan komitmen yang rendah di antara karyawan, penurunan produktivitas dan bahkan omset yang tidak perlu. Kunci utama adalah komunikasi dan waktu. Berkomunikasi dengan setiap karyawan yang terkena dampak sehingga mereka dapat memahami apa yang dilakukan, mengapa melakukannya, dan apa dampaknya pada diri mereka secara pribadi dan perusahaan secara keseluruhan.
Kemudian, ketika kebijakan baru diterapkan, memungkinkan cukup waktu bagi orang-orang untuk membiasakan diri pada apa pun yang akan berbeda Selama masa transisi, mendorong karyawan untuk memberikan umpan balik dan waspada terhadap tanda-tanda masalah seperti setiap pergeseran sikap, mungkin meningkat dalam ketidakhadiran atau sinyal lain bahwa karyawan tidak puas. Tentu saja akan lebih mudah untuk membuat keputusan sendiri dan mengumumkannya tanpa diskusi. Tetapi pendekatan yang lebih cenderung menghasilkan karyawan yang tidak puas dan merasa seperti bukan bagian dari tim. Masukan dari karyawan membantu menciptakan kuat, kebijakan yang lebih efektif.

 http://achmadyanu.com/?p=248#comment-287

Berbagai Cara untuk Membuat Betah Tim Kreatif


Silicon Valley, yang merupakan perusahaan teknologi yang dikenal untuk perlengkapan kampus mereka dengan ruang pertemuan menarik yang mencakup game arcade dan meja biliar dan kafetaria di mana semua makanan dijual gratis. Hal ini menjadi cara cerdas untuk memungkinkan karyawan bersenang-senang bersama-sama sementara juga menambahkan caché ke meja kerja, namun dua penelitian terbaru menunjukkan lingkungan yang menarik juga baik bagi bottom line perusahaan.
Menurut Towers Watson (2012) dari Workforce Study, karyawan lebih mungkin terlibat dua kali untuk menjadi produktif dan sekarang daripada karyawan lain. Selain itu, survei keterlibatan karyawan terbaru oleh Australian Institute of Management menemukan bahwa peserta survei yang berkomitmen untuk pekerjaan mereka saat ini lebih mementingkan hubungan yang baik dengan rekan kerja sebagai alasan utama mereka dengan gaji yang ternyata menduduki ranking nomor tujuh. Hal itu merupakan kabar baik bagi perusahaan yang tidak mampu untuk meniru markas Google. Mendapatkan karyawan untuk merasa saling terhubung bisa lebih sederhana dari yang diharapkan. Setidaknya terdapat 7 cara untuk membuat tim kreatif untuk betah di dalam kantor, yaitu sebagai berikut:
  1. Selalu menjalin komunikasi antar elemen organisasi dari berbagai tingkatan
  2. Ciptakan suatu budaya yang saling peduli
  3. Sering menjalankan berbagai aktifitas yang berkaitan dengan hobi
  4. Memperkuat kepercayaan antar staf
  5. Seluruh elemen organisasi bersikap transparan
  6. Mempermudah proses sharing
  7. Memungkinkan seluruh orang memiliki akses untuk berkreasi

http://achmadyanu.com/?p=241#comment-281

Komunikasi untuk Menghasilkan Karya-Karya Terbaik


Memunculkan karya terbaik dari karyawan merupakan tanda dari seorang pemimpin yang efektif. Namun secara efektif mengkomunikasikan apa sebenarnya yang diharapkan seorang pemimpin kepada karyaman bisa menjadi sulit. Gambaran yang tidak jelas dari harapan pemimpin menyebabkan proses yang tidak efisien dan kinerja di bawah standar. Karyawan bisa menjadi frustasi karena pekerjaan mereka dianggap tidak dihargai yang pada akhirnya membuat perusahaan tidak memiliki kinerja yang memuaskan. Terdapat beberapa cara untuk mengkomunikasikan secara jelas dan efektif dari harapan pemimpin kepada karyawan, yaitu sebagai berikut:
  1. Memperkuat target-target perusahaan. Seperti percakapan apa pun, pemimpin harus menggunakan bahasa yang sederhana dan langsung ketika mengkomunikasikan target-target tersebut. Kunci komunikasi yang efektif adalah kesederhanaan dan pengulangan pesan. Mendengar harapan itu sebanyak satu kali tidak akan membuat karyawan meresapi komunikasi.
  2. Jelaskan siapa, apa dan bagaimana. Untuk mengkomunikasikan ekspektasi yang jelas dalam lingkungan yang terus berubah, pastikan bahwa karyawan selalu tahu apa yang ingin dicapai perusahaan, bagaimana rencana untuk sampai ke sana, dan siapa yang akan melakukan apa untuk mencapai hasil tersebut. Kebanyakan kegagalan dapat dikaitkan dengan kesenjangan dalam kejelasan tentang salah satu dari tiga komponen tersebut.
  3. Perhatikan lingkungan kerja yang berkomunikasi dengan karyawan. Agar karyawan dapat memenuhi harapan, lingkungan kerja harus mendukung perilaku yang diharapkan. Setiap unsur budaya harus dapat memperkuat perilaku yang diharapkan untuk karyawan. Jika ekspektasi berlawanan dengan lingkungan, karyawan tidak akan dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan perusahaan.
  4. Ekspektasi yang efektif didukung oleh sistem penghargaan, serta struktur dan proses perusahaan. Misalnya, jika perusahaan mengharapkan karyawan untuk mengambil risiko, maka perusahaan perlu untuk memberikan penghargaan dan membentuk alur kerja yang memungkinkan untuk terjadinya kegagalan dari berbagai eksperimen yang dilakukan karyawan.
  5. Memahami kepentingan pribadi dalam diri karyawan. Karyawan pada dasarnnya datang ke tempat kerja dengan keinginan dan kebutuhan mereka sendiri, sehingga untuk mengenal setiap orang secara individual membantu perusahaan memastikan bahwa mereka memahami harapan perusahaan dan merasa termotivasi untuk bertemu dengan mereka. Dengan benar-benar memahami apa yang membuat mereka tergerak, apa yang memberi mereka energi dan tantangan apa yang mereka hadapi, seorang pemimpin dapat lebih efektif mendorong kinerja dan terjadinya perubahan perilaku. Luangkan waktu untuk membangun hubungan emosional dengan setiap karyawan yang dikelola. Tanyakan apa yang mereka perjuangkan, apa yang dituju dari menjalankan pekerjaan mereka dan apa yang mereka bergairah tentang pekerjaan yang dilakukan. Mengetahui apa yang memotivasi mereka akan membantu perusahaan membingkai harapan perusahaan dengan cara yang sesuai dengan tujuan karir mereka.
Kebutuhan yang tidak terpenuhi merupakan dasar utama bagi seseorang yang melakukan aktivitas pekerjaannya. Kebutuhan itu sendiri dipandang sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara suatu kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. Kebutuhan yang tidak terpenuhi menyebabkan orang mencari jalan untuk memenuhi kebutuhan itu. Rasa tidak senang dan ketegangan muncul ketika kebutuhan itu tidak terpenuhi. Oleh karena itu seseorang akan memilih suatu tindakan tertentu untuk mengurangi ketegangan dan tekanan-tekanan, sehingga timbul perilaku yang mengarah pada pencapaian tujuan.

 http://achmadyanu.com/?p=250

Membebaskan Tim Kreatif untuk Bersenang-Senang Sejenak


Perusahaan yang mampu bertahan dalam persaingan pasar yang ketat selain harus memiliki kualitas produk yang bagus, juga harus mempunyai tim kerja yang solid. Untuk menemukan kembali genius kreatif, terdapat sejumlah cara untuk mematahkan pola-pola yang tidak produktif dan menciptakan lingkungan yang tidak hanya menyehatkan namun juga mampu mempercepat terciptanya kreatifitas. Terdapat tiga metode non-tradisional yang dapat direkomendasikan sebagai berikut:
Bermain dengan tanah liat.
Permainan ini mungkin terdengar aneh bagi orang dewasa dan mungkin terdapat beberapa ketidaknyamanan bahkan penolakan ketika kegiatan ini dilakukan. Fungsi dari permainan ini sebenarnya adalah lebih bersifat ice breaking untuk memecah penat dalam pekerjaan kantor.
Rencanakan idle time.
Rencanakan sebagian waktu dalam seminggu untuk benar-benar terbebas dari rutinitas yang ada. Pergi untuk berjalan-jalan. Duduk dan berpikir. Menikmati waktu tenang. Dengan memberikan waktu agar otak beristirahat dari serangan rutinitas dan terlibat dalam kegiatan yang menenangkan dan inspiratif, sehingga pada akhirnya bisa kembali kerja dengan pikiran yang tenang.
Berkarya seni
Membuat seni adalah cara yang efektif untuk membuka jalur kreatif. Seperti berbagai produk inovatif yang laris di pasaran tercipta dari coretan-coretan desainer dengan pemikiran yang sangat leluasa untuk mendapatkan ide segar.

http://achmadyanu.com/?p=246#comment-263

Art Nouveau, Gambaran Keindahan Floral

Art Noveau adalah sebuah aliran seni yang memiliki gaya dekoratif tumbuhan (flora) yang liuk-liuk. Aliran ini muncul pertama kali muncul di Eropa dan Amerika pada tahun 1819 hingga menjelang perang dunia pertama (1914). Art Noveau berasal dari sebuah toko di Paris yang dibuka tahun 1895 oleh Stegfried Bing. Di Eropa aliran ini menggunakan beberapa nama, diantaranya: Jugendstill (Jerman), Vinna Secession (Austria), Stile Liberty (Italia), Modernista (Spanyol) dan Glassgow School (Inggris) seperti yang telah disebutkan di atas.
Hal tersebut di atas, juga dijelaskan dalam web http://www.artchive.com/ artchive/ art_nouveau.html., yaitu “An international style of decoration and architecture which developed in the 1880s and 1890s. The name derives from the Maison de l’Art Nouveau, an interior design gallery opened in Paris in 1896, but in fact the movement had different names throughout Europe. In Germany it was known as ‘Jugendstil’, from the magazine Diejugend (Youth) published from 1896; in Italy ‘Stile Liberty’ (after the London store, Liberty Style) or ‘Floreale’; in Spain ‘Modernista’, in Austria ‘Sezessionstil’ and, paradoxically, in France the English term ‘Modern Style’ was often used, emphasizing the English origins of the movement.
Pada masa gerakan Art Nouveau, ada seorang tokoh bernama Louis Sullivan (1856-1924) melontarkan slogannya “Form Follows Function” yang mengandung maksud bahwa semua bentuk harus ada fungsinya dan tahun 1897 Adolf Loos dengan kata-katanya “makin rendah tingkat budaya suatu bangsa, makin meriahlah ornamentasinya”. Karena itu di kemudian hari seni dan arsitektur menjadi satu dalam madzab Bauhaus, maka baik seni lukis maupun seni bangunan dalam naungannya berusaha untuk menjadi sesederhana mungkin (Soedarso SP, 1990: 68).

Gerakan Art Nouveau muncul pada awal abad 20 di negara-negara Eropa seperti Belanda, Belgia dan Jerman. Gerakan Art Nouveau tidak seperti Art & Craft yang memusuhi mesin, gerakan ini lebih merupakan seni terapan pada awalnya. Wujud desainnya seperti sejenis flora aneh atau organisme yang hidup. Berupa bentuk-bentuk yang mengalun, meliuk, berdenyut, menggeliat dan sebagainya, yang kadang tidak menggambarkan apapun. Bentuk bangunannya memperlihatkan keterpaduan antara hiasan dan struktur, strukturnya sendiri terkesan dekoratif. http://www.geocities.com/ sta5_ar530/data/01renaisanspurna.htm.
Nilai lebih yang dimiliki Art Nouveau adalah keinginan untuk menerima mesin (sehingga antisipasi kuantitas produksi menjadi teratasi) serta menerima craft sebagai bagian pula. Hanya saja, setiap gerakan biasanya memiliki kekurangan, dan demikian pula halnya dengan Art Nouveau. Salah satunya adalah pergesekan antara sisi estetika dengan fungsionalitas, terutama berkaitan dengan bahan yang digunakan (semacam structure vs decoration). Misalnya penggunaan bahan-bahan yang terbuat dari baja yang baik secara struktur tetapi menyulitkan secara dekorasi, terutama terkait dengan masalah besarnya dana yang harus dikeluarkan (secara sederhana: ignoring the characters of element). Terkadang sebuah bentuk arsitektur yang begitu indah tetapi ditempatkan pada lokasi yang tidak semestinya, seperti lampu dengan ornamen yang luar biasa detil dan indah, tetapi ditempatkan pada sebuah stasiun yang super sibuk sehingga tidak bisa dinikmati oleh pengguna stasiun tersebut (http://www. veetra.com/index.php? option=com_content&task=view&id=50&Itemid=71& PHPSESSID=f906bd971).

Art Nouveau mempengaruhi lahirnya sekolah desain Bauhaus di Jerman pada tahun 1919. Sehingga tercapainya keserasian dan kesinambungan ke arah kemajuan dan modernisasi mebel. Di Indonesia pengaruh ini dapat dilihat pada perbedaan desain kursi ketua MPR dan wakil ketuanya. Dimana kursi ketua MPR didesain lebih berwibawa dibandingkan para wakil ketuanya. Begitu juga Presiden dan Wakil Presiden pun tidak boleh menyaingi kewibawaan kursi ketua MPR. Tetapi dalam kedudukannya harus didesain paling berwibawa diantara kursi-kursi lain dalam struktur pemerintahan.
Disamping itu Art Nouveau juga berpengaruh terhadap grafis, yaitu dapat dilihat pada logo perusahaan transportasi terbesar di Amerika pada tahun 1868. Yang tercermin dari bentuk logo Union Pacific yang berupa tameng dengan pola garis-garis dengan warna merah biru yang sangat khas Amerika. Pada proses evolusi desain logonya mengalami perubahan sebanyak 27 kali dan pada dasarnya, proses perubahan logo sebanyak itu dapat dibagi dalam beberapa fase perubahan, sesuai dengan keadaan zaman dan gaya desain yang dipergunakan.

Ciri-ciri desain Art Nouveau adalah merupakan perkembangan desain tradisional-modern, diantaranya merupakan pergantian mebel tradisional oleh mesin dan adanya motif tumbuh-tumbuhan sebagai aspek dekorasi atau hiasannya.

http://achmadyanu.com/?p=264